Ringkasan Kisah



Ini dia ringkasan cerita Film The Curious Case of Benjamin Button. Buat yang belum nonton coba baca ini dulu buat gambaran sekilas. Cekidottt..

Cerita dimulai di sebuah rumah sakit di New Orleans. Pada bulan Agustus 2005, seorang wanita tua bernama tua Daisy (Cate Blanchett) di bangsal tempat tidur rumah sakit ditemani anaknya Caroline. Ketika dalam kondisi kritis, Daisy menceritakan kisah seorang pembuat jam yang bermata buta dan ditugaskan membuat jam untuk stasiun kereta New Orleans, USA. Ketika pembuat jam ini menerima kabar anaknya meninggal dunia dalam perang dunia ke 1, dia tetap mengerjakan jam besar itu. Ketika peresmian jam diadakan, para undangan dibuat terkejut karena jam nya berjalan mundur. Dalam sambutannya, si pembuat jam menyampaikan makna jam mundur tersebut agar semua yang meninggal dalam perang bisa kembali pulang.

Setelah bercerita, Daisy meminta Caroline (Julia Ormond) untuk membacakan buku harian yang berisi foto dan kartu pos yang ditulis oleh Benjamin Button ( Brad Pitt ). Caroline mulai membaca cerita sebagai transisi ke Benjamin sebagai titik cerita utama. Ketika Caroline membaca, cerita film-pun dimulai sebagai narasi alur terbalik ke waktu sebelumnya.

Dikisahkan Benjamin Button (Brad Pitt) terlahir dengan kondisi aneh, saat bayi ia terlihat seperti pria berumur 80 tahun. lbunya yang meninggal saat melahirkan membuat ayahnya membuang bayi “aneh” ini di depan gedung sebuah panti jompo. Queenie (Taraji P Henson) salah satu pekerja di panti jompo yang tidak bisa mempunyai anak memelihara Benjamin seperti  anaknya sendiri. Semula semua orang mengira Benjamin tidak akan berumur panjang karena kondisi fisiknya. Tetapi seiring bertambah umur, Benjamin justru menjadi makin sehat dan muda.

Di cerita ini, Benjamin mulai tumbuh secara fisik lebih tua tetapi umur yang seharusnya. Ia sangat ringkih seperti kakek tua yang akan meninggal. Pada unur 12 tahun, fisiknya terlihat seperti pria tua berumur seperti umur 70 tahun-an. Pada umur ini dia bertemu dengan seorang gadis muda bernama Daisy ( Fanning ), dia tinggal bersama neneknya di panti jompo. Disitu dia bermain bersama dan setiap malam ikut mendengarkan nenek Daisy membacakan dongeng sebelum tidur

Beberapa tahun kemudian Benjamin bekerja di sebuah kapal penarik di dermaga New Orleans bersama Kapten Kapal Mike ( Jared Harris ). Kapten Jack yang tidak tahu bahwa sebenarnya masih berumur belasan membawa Benjamin ke tempat-tempat yang belum pernah dikunjunginya seperti rumah bordil dan bar. Dari sanalah ia pertama kali mengalami pengalaman seks dan minum-minuman keras.

Setelah puas menyenangkan diri dengan seorang perempuan nakal, di jalan pulang ia untuk pertama kalinya bertemu dengan Thomas Tombol yang merupakan ayah kandungnya, tetapi dia tidak memperlihatkan bahwa dia ayah dari Benjamin. Thomas mengajak Benjamin bercakap-cakap sambil minum-minum. Hingga saat itu ia masi belum tau orang itu adalah ayahnya

Beberapa saat kemudian Benjamin meninggalkan New Orleans bersama awak kapal penarik untuk jangka panjang dalam perjanjian kerja. Tentu saja berita kepergian Benjamin membuat Daisy sedih. Sebelum meninggalkan New Orleans, Benjamin membuat janji dengan Daisy untuk menulis surat dan mengirim foto dimanapun ia berada.

Suatu ketika di Rusia, Benjamin bertemu seorang wanita Inggris yang bernama Elizabeth Abbott ( Tilda Swinton ) dan akhirnya Benjamin jatuh cinta. Tetapi sayangnya Elizabeth sudah menikah dengan seorang mata – mata pemerintah Inggris. Suatu hari, pada tanggal 8 Desember 1941, saat hari serangan Pearl Harbor, Elizabeth menghilang dan meninggalkan Benjamin. Lalu meninggalkan catatan di balik pintu hotel dimana Benjamin tinggal dan isinya hanya: “It was nice to have met you.

Kisah hidup Benjamin diceritakan secara episodic, Benjamin dan Kapten Mike beserta awak kapal berangkat Perang Dunia II. Tetapi tragisnya kapten kapal dan beserta awak lainnya tewas tertembak oleh kapal selam milik dari Jerman di Samudera Atlantik. Lalu Benjamin diselamatkan oleh tentara Laut Amerika Serikat dan kembali ke panti jompo.

Benjamin senang sekali saat bertemu Daisy yang sudah penjadi penari sukses di New York, begitu pula dengan Daisy. Tapi kemudian Benjamin kecewa dengan Daisy yang mencintai teman seprofesinya.

Suatu hari Daisy mengalami kecelakaan pada saat tour wisata di Paris. Seketika, karir tari baletnya berhenti total karena kakinya patah. Benjamin yang menerima berita itu bertekad untuk terus mendampingi Daisy. Namun Daisy menolaknya dan menyuruh Benjamin menjauh dari kehidupannya.

Pada tahun 1962, Benjamin kembali ke New Orleans dan bertemu dengan Daisy lagi yang sudah sembuh setelah menjalani terapi. Mereka jatuh cinta kembali. Pada saat inilah usia mereka seumuran. Pada saat ini fisik Benjamin sangat sempurna seperti layaknya pria berumur 30-an. Keriput diwajahnya sudah menghilang.

Hingga beberapa waktu kehidupan merea sempurna. Setelah beberapa tahun, Benjamin berkembang tambah muda sedangkan Daisy tumbuh menjadi tua, Saat itu Daisy melahirkan seorang bayi perempuan, bernama Caroline Benjamin merasa pesimis dan percaya tidak bisa menjadi “ayah”. Benjamin takut jika ia kelak berubah menjadi anak kecil Daisy akan repot memelihara nya dan iapun memutuskan meninggalkan Daisy.

Benjamin menjadi lebih muda dan melakukan perjalanan ke berbagai negara di seluruh dunia. Pada tahun 1980, dia kembali sekali lagi, seperti umur 25 tahun dia bertemu lagi di Daisy studio tari. Pada saat itu Daisy telah menikah dengan seorang duda dan saat itu Caroline berumur 12 tahun. Daisy memperkenalkan suaminya dengan Benjamin dan anak perempuannya sebagai teman lama keluarga. Daisy kemudian bertemu dengan Benjamin secara pribadi di hotel dan berbagi semangat mereka untuk satu sama lain. Saat itu, Daisy sudah sangat tua dan Benjamin terus tumbuh sampai muda dan ke tahap proses remaja.

Setelah suaminya meninggal dunia, Daisy lalu mencari keberadaan Benjamin. Ternyata ia dipelihara oleh sebuah Rumah Sakit swasta. Alangkah terkejut ia saat Benjamin seperti umur 8 tahun. Dan dengan sabarnya Daisy merawat Benjamin seperti anaknya sendiri.

Sewaktu membaca ini, Caroline baru menyadari bahwa ayah sebenarnya adalah Benjamin. Saat itu juga, Caroline menjadi bingung kenapa membutuhkan waktu yang lama untuk memberitahukan. Tetapi pada akhirnya menemukan bahwa dia adalah Benjamin yang mengirim kartu pos saat Caroline setiap ulang tahun

Pada musim semi tahun 2003, Benjamin yang berubah menjadi seorang bayi meninggal di pelukan Daisy. Sedangkan Daisy meninggal dunia di rumah sakit setelah Caroline membacakan Diary Benjamin. Sayang, saat Daisy meninggal, Caroline sedang berada di ruangan dan ia tidak sempat melihat kepergian ibunya. END


Gimana keren kan…. Biar gak penasaran lagi buruan nonton filmnya. Dijamin penuh emosi. Thank udah baca ini.. moga bermanfaat dan mohon perbaikannya jika ada ceita yang tidak sesuai..



Good night Benjamin..

Good night Daisy...






Comments

Popular posts from this blog

Jadilah Seperti Lebah

AKU KURUS DAN AKU BANGGA